Mendadak jadi Abang
Ditulis oleh Arif Fiyanto di/pada April 27, 2007
Hari-hari ini sampai beberapa bulan ke depan, Jakarta akan diramaikan oleh tingkah-polah para politisi yang akan bersaing dalam pemilihan gubernur periode lima tahun mendatang. Sampai tulisan ini dibuat, sudah ada 3 pasang kandidat calon gubernur dan wakil gubernur yang akan meramaikan pertandingan kali ini. Antara lain Fauzi Bowo dan salah satu diantara (Djasri Marin/Slamet Kirbiantoro/ Abdul Wahab Mokodongan) yang didukung PDI-P dan Golkar, Adang Daradjatun-Dani Anwar yang diusung PKS, dan Sarwono Kusumaatmaja-(Jeffrie Geovanie/Rano Karno) yang akan dimajukan oleh PKB-PAN. Seperti lazimnya kampanye dalam dunia politik, semua calon kandidat ini mulai melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian calon pemilih mereka, mulai dari memasang spanduk di sudut-sudut jalan, memboncengi kampanye anti narkoba, kampanye donor darah, dan kampanye lingkungan, sampai hadir dalam acara-acara publik yang sama sekali tak ada kaitannya dengan mereka. Para kandidat ini rupanya cukup kreatif dalam mencuri start kampanye, semuanya berlomba-lomba menjadi sosok yang seolah-olah paling mendengarkan suara masyarakat Jakarta. Jika diundang dalam suatu acara mereka pasti datang.
Kalau anda mau tes, coba saja undang salah satu kandidat Cagub-Wagub ini ke acara reuni sekolah anda, saya yakin dengan tingkat keyakinan 80% mereka akan datang, meskipun mereka sama sekali tak punya keterkaitan dengan sekolah anda. Heheheh, maklum sedang kampanye.
Namun, ada satu kebiasaan unik dalam pemilihan Gubernur Jakarta yang dipraktekkan oleh semua kandidat cagub-wagub ini, apa itu ? kebiasaan unik ini adalah mendadak mereka semua, tiba-tiba ingin orang memanggil mereka abang.
Fauzi Bowo yang seumur-umur tidak pernah dipanggil abang, tiba-tiba menyebut dirinya Bang Foke J, Adang Daradjatun yang biasanya dipanggil Kang, ujuk-ujuk minta dipanggil Bang Adang, lebih lucu lagi Sarwono Kusumaatmaja yang asli sunda mendadak kegenitan minta dipanggil Bang SK. Sialnya panggilan Bang SK ini juga diklaim oleh Slamet Kirbiantoro, mantan Pangdam Jaya yang dijagokan oleh Golkar menjadi wagub-nya Fauzi Bowo.
Tapi yang lebih menggelikan adalah Djasri Marin dan Jeffrie Geovanie, dua lelaki yang berdarah Minang ini juga ikut-ikutan latah menyandangkan kata abang didepan nama masing-masing, padahal sudah jadi pengetahuan umum, bahwa panggilan buat lelaki minang adalah Uda bukan abang. Jeffrie Geovanie, mungkin orang yang paling tidak konsisten dalam hal panggilan, sebelumnya pada pemilihan Gubernur Sumbar tahun lalu, dia minta dipanggil dengan sebutan Uda pada masyarakat Sumbar. Namun anehnya ketika diajak berbahasa Minang ternyata dia cuma bisa membisu, setelah ditelusuri ternyata Jeffrie tak paham bercakap Minang sedikitpun. Akhirnya kita semua tahu hasilnya, Jeffrie berada di urutan buncit pada saat pemilihan Gubernur Sumbar tahun lalu. Mungkin yang paling pantas menggunakan nama abang di depan namanya adalah Rano Karno, itu pun bukan karena dia asli Betawi. Panggilan ini cukup akrab buat Rano karena sudah sejak lama dia dipanggil Bang Doel, itu pun bukan dalam dunia nyata, hanya dalam sinetron laris yang dia bintangi, Si Doel Anak Sekolahan. Namun, agaknya akan terjadi konflik perebutan nama juga antara Rano dan Abdul Wahab Mokodongan, lelaki yang disebut terakhir ini juga mendadak minta dipanggil Bang Dul oleh warga Jakarta. Padahal dalam tradisi Bolang Mongondow, daerah asal Mokodongan, sebutan abang sama asingnya dengan sebutan mas di Papua.Aneh memang setiap menjelang hajatan politik diadakan di Jakarta mendadak semua orang ingin dipanggil abang, mendadak semua jadi abang. Dasar bang ke…

snydez scrap crap berkata
kampanye gelap
gak ada yang bersih ternyata.
Arif Fiyanto berkata
Bukankah memang selalu demikian mas..
Ketika sudah masuk ke ranah politik seorang “ustadz” bisa jadi “maling”, apa boleh buat mas…
Indonesia memang masih belum menjadi..
indrapiliang berkata
wah, data anda nggak akurat, bung. dan mengada-ada. jeffrie geovanie itu nomor urut tiga di sumatera barat. dan rasa-rasanya, beberapa yang anda tulis itu, tidak pernah mengatakan agar orang memanggil mereka abang atau uda.
ijp
Fadli berkata
Mohon dukungannya untuk project pendokumentasian secara online lirik-lirik lagu minang periode 1950-1995
Info selanjutnya silahkan klik link berikut ini
http://laguminanglamo.wordpress.com/about/
dan
http://laguminanglamo.wordpress.com/undangan-berkontribusi/