Selasar

Kumpulan tulisan, igauan, dan mimpi-mimpiku

Mahasiswa UI Jadi Saksi Sumpah Ahmadinejad Untuk Lanjutkan Program Nuklir Iran

Ditulis oleh Arif Fiyanto di/pada April 19, 2007

 384 x 252 pixels - 24.9kB - JPEG

Pada saat kunjungan Mahmoud Ahmadinejad ke Indonesia bulan mei tahun 2006, dia sempat datang ke UI untuk menyampaikan kuliah umumnya, saya berkesempatan hadir dalam kuliah umum Presiden Iran itu, berikut ini catatan saya  tentang acara tersebut :

Pada hari kedua kunjungannya di Indonesia, Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyempatkan diri menjadi pembicara studium generale di Universitas Indonesia. Studium generale yang diadakan di Balai Sidang UI, dihadiri oleh sekitar 300 orang, sebagian besar merupakan mahasiswa dan staff pengajar UI, serta belasan jurnalis dari berbagai media.

Dalam kesempatan ini, Ahmadinejad didampingi oleh Penasihat Republik Islam Iran,Menteri Komunikasi dan Teknologi Iran,  Mohammed Soleimani  serta Dubes Iran untuk Indonesia : Behrooz Kamavaldi, selain itu Ahmadinejad juga didampingi oleh Menteri Riset dan Teknologi Indonesia, Kusmayato Kadiman, Wali Kota Depok: Nurmahmudi Ismail, dan Duta besar Indonesia untuk Iran : Basri Hasanudin.

Ahmadinejad sendiri seperti biasa, tampil sederhana dengan mengenakan kemeja putih, yang dibalut oleh jas hitam tanpa dasi.

Tidak tampak penjagaan dan pengamanan yang berlebihan baik dari pihak keamanan Indonesia maupun Iran.

Ketika memasuki ruangan, Ahmadinejad disambut oleh tepuk tangan yang sangat meriah dari para peserta studium generale. Acara studium generale tepat dimulai pada pukul 10:00 WIB, diawali oleh sambutan singkat  Rektor UI, Usman Chatib Warsa.

Dalam sambutanya Usman, berharap agar Pemerintah Iran dan UI khususnya, serta pemerintah RI pada umumnya dapat bekerja sama tidak hanya dalam sektor ekonomi, tetapi juga dalam sector-sektor lain seperti kebudayaan, kedokteran, riset dan teknologi.

Mengawali kuliah umumnya, Ahmadinejad melontarkan gurauan , bahwa UI yang lahannya seluas 320 Hektar, jika dibagi rata kepada seluruh mahasiswanya maka masing-masing mahasiswa akan mendapatkan tanah seluas 100 M2 , dan ia mengusulkan kepada rektor UI agar membagi rata tanah UI kepada mahasiswanya agar tidak terjadi perselisihan antar mahasiswa. Gurauannya ini disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Keajaiban Dunia dan Keadilan Global

Dalam pidatonya Ahmadinejad menekankan bahwa penguasaan ilmu dan teknologi merupakan sumber kemajuan suatu bangsa, dan kunci kemajuan peradaban dunia.

Ahmadinejad  menganggap Indonesia merupakan negara yang mempunyai peranan sangat vital tidak hanya di kawasan Asia Tenggara tetapi juga di tingkat Internasional.

Dalam bagian akhir pidatonya, Ahmadinejad mengatakan bahwa saat ini ada suatu keajaiban dunia yang belum tercatat, yaitu pendirian suatu negara- Israel-- dalam wilayah suatu negara lain-Palestina-- dengan cara penghancuran dan penindasan, dan hal ini didukung oleh negara-negara barat. Palestina yang berjuan untuk melepaskan diri dari penjajahan Israel justeru dianggap teroris, sementara tindakan Israel yang menghancurkan dan menindas Bangsa Palestina selalu dibela oleh negara-negara barat.

Dalam sesi tanya-jawab yang dimoderatori oleh Rektor UI, Ahmadinejad mendapatkan berbagai pertanyaan dan dukungan atas pengembangan program nuklir Iran dari para peserta. Menjawab pertanyaan dari salah satu peserta, yang menanyakan apakah tujuan dari pengayaan uranium dan pengembangan nuklir di Iran hanya untuk tujuan perdamaian atau ada tujuan-tujuan lain.

Ahmadinejad menegaskan bahwa tujuan pengembangan nuklir Iran adalah untuk perdamaian, karena kebutuhan energi yang sangat besar bagi negaranya. Ia mengatakan bahwa di masa depan cadangan bahan bakar dan energi yang berasal dari bahan bakar fosil suatu saat pasti akan habis, oleh karena itu harus dicari upaya-upaya lain untuk mendapatkan energi yang bersih, murah, dan tidak membahayakan lingkungan.

 Ia menegaskan nuklir merupakan sumber energi yang memenuhi kriteria diatas. Selain itu Ahmadinejad juga menegaskan bahwa hak setiap negara di dunia untuk mengembangkan teknologi dan dan memilih teknologi apa yang akan dikembangkan, tidak ada hak dari negara manapun untuk membatasi hak negara dalam mengembangkan teknologi di negaranya sendiri.

Ahmadinejad juga mengatakan bahwa saat ini tatanan dunia sudah semakin tidak adil, beberapa negara besar berlaku seenaknya menyerang dan menindas negara lain dengan dalih untuk menjaga perdamaian dunia, padahal jelas-jelas tujuannya adalah untuk mengukuhkan hegemoni mereka di dunia Internasional.

Oleh karena itu adalah saatnya sekarang, keadilan global harus ditegakkan, karena rezim-rezim jahat yang berkuasa saat ini suatu saat pasti akan hancur. Karena itu Iran akan terus mempertahan haknya untuk mengembangkan terus teknologi nuklir untuk perdamaiannya, Ia menegaskan, perjuangannya ini bukan saja untuk Iran, tetapi Juga untuk Indonesia, Malaysia, Bagladesh, Tunisia, Aljazair, dan Afrika Selatan.

Ia juga mengulang kembali idenya agar Israel dipindahkan saja dari Timur Tengah ke wilayah Eropa, karena negara-negara Eropa lah yang bertanggung jawab atas pembantaian bangsa Yahudi pada perang dunia kedua. Bukannya bangsa Palestina.

Ahmadinejad juga menegaskan bahwa Liberalisme dan Demokrasi merupakan sistem yang sudah gagal dalam menjawab berbagai permasalahan dunia saat ini. Pada kesempatan ini Ahmadinejad  memberikan bea siswa penelitian ke Iran pada salah satu peserta yang bertanya dan meminta bea siswa langsung kepadanya. Ahmadinejad juga mendapatkan dukungan penuh dari para mahasiswa UI yang menghadiri kuliah umumnya untuk terus mengembangkan energi nuklir untuk perdamaian.

Depok, 12 Mei 2006

              

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>